Kesuksesan Bukan Hanya Milik Para Pria

Perjalanan saya untuk menyelesaikan buku Three Feet From Gold tinggal tiga bab lagi. Postingan ini terinspirasi dari bab ke 18 yang berjudul keberanian untuk sukses. Disebutkan ada seorang wanita yang bernama Genevieve Bos. Beliau adalah pendiri sekaligus pemilik majalah Pink. Majalah Pink merupakan sebuah majalah yang menyasar para wanita yang ingin mengembangkan dirinya menjadi seorang pemimpin sejati. ┬áKalau diperhatikan, fokus dari majalah ini sangat berbeda dengan kebanyakan majalah. Seperti yang kita ketahui, majalah bisnis kebanyakan ditujukan kepada pria. Sedangkan majalah yang ditujukan kepada kaum wanita umumnya bertemakan busana dan kecantikan. Atau ada juga majalah yang memamerkan tubuh wanita sebagai ‘komoditas’. Kesemuanya ini tentu sangat merendahkan kaum hawa.

Bos ingin menepis stigma seperti ini. Ia ingin menempatkan wanita pada posisi yang setara dengan pria. Bila Anda adalah seorang wanita, percayalah pada diri Anda. Anda bukan orang nomor dua. Kedudukan Anda adalah setara dengan pria. Mungkin yang membuat pria dan wanita berbeda adalah pola pikir mereka. Bila seorang pria mengalami kegagalan, mereka menganggap ini sebagai sesuatu yang wajar. Bukankah bumi masih berputar bila saya gagal? Yang terpenting adalah apa yang saya peroleh dari kegagalan ini, dan apa yang dapat saya perbuat untuk mengubah kegagalan ini menjadi kesuksesan. Berbeda dengan seorang wanita yang akan terus membawa kegagalan mereka. Bila mereka gagal, kegagalan ini akan dipikir terus, dibawa ke emosi. Inilah yang menjadikan mereka berhenti di satu tempat dan tidak bisa maju.

Hei para wanita! CHANGE! Berubahlah. Bila Anda mengalami kegagalan, terimalah kegagalan itu, ambil pelajaran dari kegagalan itu, dan teruslah maju. Kesuksesan bukan hanya milik para pria. Wanita tidak dilahirkan untuk menjadi yang kedua. Kita semua, pria dan wanita dilahirkan untuk menjadi yang pertama, dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin. Memimpin diri sendiri dan lingkungan demi mencapai hidup yang lebih baik.

Leave a Comment