Menciptakan Krisis dan Memanfaatkan Krisis untuk Meraih Kesuksesan

Salah satu rahasia untuk menjadi orang yang selalu beruntung adalah keadaan yang mendesak. Keadaan yang mendesak atau krisis akan memicu seseorang untuk mengeluarkan potensi terbesar dari dalam dirinya.

Misalnya seorang pecandu rokok yang menyadari kerugian dari merokok dan ingin terbebas dari kecanduannya. Namun sekeras apapun ia berusaha, ia tetap tak bisa lepas dari rokok. Hingga pada suatu ketika ia mengalami radang paru-paru kronis. Pada saat memeriksa kesehatannya, dokter berkata “segera berhenti merokok atau Anda akan mati.” Seketika itu juga ia tidak berani menyentuh rokok.

Lalu apakah kita harus menunggu terjadinya krisis untuk mengeluarkan potensi terbesar yang kita miliki? Tidak. Ketimbang menunggu terjadinya krisis, Anda dapat menciptakan krisis untuk mengeluarkan potensi terbesar Anda. Krisis dapat diciptakan melalui pikiran, tindakan dan pilihan.

Menciptakan krisis melalui pikiran
Hal ini dapat dilakukan dengan menanamkan ke dalam benak Anda pikiran bahwa seolah-olah hari ini adalah hari terakhir Anda hidup di dunia. Sehingga Anda akan melakukan yang terbaik untuk dikenang oleh orang-orang di sekeliling Anda.

Menciptakan krisis melalui tindakan
Keluarlah dari zona nyaman Anda. Bila sehari-hari Anda ke kantor dengan kendaraan pribadi, cobalah untuk menggunakan kendaraan umum atau berjalan kaki. ‘Nikmatilah’ ketidaknyamanan tersebut dan tanamkan di dalam benak Anda “inilah yang akan kualami ketika saya tidak bekerja dengan giat dan menjadi miskin. Mulai sekarang saya harus bekerja lebih giat agar tidak menjadi miskin dan menderita seperti ini.”

Menciptakan krisis melalui pilihan
Semakin banyak pilihan tentu semakin membingungkan. Maka dari itu, eliminasilah satu persatu pilihan Anda, sehingga hanya tersisa satu pilihan. Lalu fokuslah pada satu pilihan tersebut. Dengan demikian hasilnya hanya sukses atau gagal. Dan tentu saja Anda tidak ingin gagal. Sehingga dengan sekuat tenaga Anda akan berupaya agar satu-satunya pilihan Anda itu menjadi berhasil.

Diadaptasi dari buku The Science of Luck

Leave a Reply